Rabu, 19 Desember 2012

MANAJEMEN UKS

Pengertian Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Hidup sehat seperti yang didefinisikan oleh badan kesehatan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) World Health Organization (WHO) adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Sedangkan kesehatan jiwa adalah keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik, mental, intelektual, emosional, dan sosial yang optimal dari seseorang. Dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 1992 pasal 45 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa ”Kesehatan Sekolah” diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurut Sumantri, M. (2007) peserta didik itu harus sehat dan orang tua memperhatikan lingkungan yang sehat dan makan makanan yang bergizi, sehingga akan tercapai manusia soleh, berilmu dan sehat (SIS). Dalam proses belajar dan pembelajaran materi pembelajaran berorientasi pada head, heart dan hand, yaitu berkaitan dengan pengetahuan, sikap/nilai dan keterampilan. Namun masih diperlukan faktor kesehatan (health) sehingga peserta didik memiliki 4 H (head, heart, hand dan health). Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah usaha untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik usia sekolah yang dilakukan secara menyeluruh (komprehensif) dan terpadu (integrative). Untuk optimalisasi program UKS perlu ditingkatkan peran serta peserta didik sebagai subjek dan bukan hanya objek. Dengan UKS ini diharapkan mampu menanamkan sikap dan perilaku hidup sehat pada dirinya sendiri dan mampu menolong orang lain. Dari pengertian ini maka UKS dikenal pula dengan child to child programme. Program dari anak, oleh anak, dan untuk anak untuk menciptakan anak yang berkualitas. 1. Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Salah satu ciri sekolah efektif adalah sekolah sehat yaitu sekolah memberikan lingkungan terbaik untuk belajar yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan seluruh kapasitas dirinya secara sehat dan menyenangkan. Kata kunci yang krusial dibicarakan dalam kesempatan ini adalah kesehatan karena siswa atau siapapun yang akan belajar harus sehat terlebih dahulu sehingga ia bisa meraih hasil belajarnya secara optimal. Sekolah mempunyai peranan penting dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada murid dan masyarakat dan diharapkan menjadi titik tolak budaya hidup sehat di masyarakat. Perilaku hidup sehat harus ditanamkan sedini mungkin di rumah di sekolah sejak PAUD sampai jenjang pendidikan tinggi. Sebab perilaku hidup sehat merupakan kebiasaan yang keberadaannya harus diadakan dibiasakan dan terus dipantau keterlaksanaannya oleh pihak sekolah. Sekolah membuat dan merealisasikan program kerjasama dengan dinas kesehatan melalui pembentukan dan manajemen UKS. Usaha Kesehatan Sekolah adalah program ekstrakulikuler siswa yang diselenggarakan untuk menciptakan, menerapkan dan menjaga kesehatan anak sekolah dan lingkungannya. Mu’rifah, (1992:131) mendefinisikan Manajemen UKS sebagai salah satu wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin. Usaha ini dijalankan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Lanjutan Tingkat pertama (SLTP), sampai Sekolah Menengah Umum (SMU). Menurut Undang-Undang Pokok Kesehatan tahun 1960 Bab I Pasal 2: Yang dimaksud kesehatan ialah yang meliputi kesehatan badan, rohani (mental) dan sosial dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat, dan kelemahan. Dalam Bab I Pasal 3 berbunyi: Pertumbuhan anak yang sempurna dalam lingkungan hidup yang sehat adalah penting untuk mencapai generasi yang sehat dan bangsa yang kuat. Bab II Pasal 9 berbunyi: Pemerintah mengadakan usaha-usaha khusus untuk kesehatan dan pertumbuhan anak yang sempurna, baik dalam lingkungan keluarga, maupun dalam lingkungan sekolah serta masyarakat remaja dan keolahragaan. Manajemen UKS merupakan bagian dari manajemen peserta didik yang semestinya mendapatkan perhatian kepala sekolah secara serius. Bila kita pelajari tentang fungsi dari keberadaan manajemen peserta didik maka UKS merupakan isu strategis yang patut direalisasikan keberadaannya karena melalui UKS pengembangan individualitas peserta didik, melalui potensi-potensi individualitasnya dapat dilaksanakan secara optimal tanpa banyak terhambat tingkat kesakitan siswa. Di samping itu fungsi yang berkenaan dengan pengembangan fungsi sosial ialah agar peserta didik dapat mengadakan sosialisasi dengan sebayanya, dengan orang tua, dan keluarganya, dengan lingkungan sosial sekolahnya dan lingkungan sosial masyarakatnya dapat terealisasi dengan penuh makna melalui kegiatan UKS yang terjun langsung merasakan kondisi riil yang dialami untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan. Melalui UKS tidak hanya aspek sosial, emosional dan akademik saja yang dapat direalisasikan akan tetapi fungsi yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi dan harapan peseta didik, ialah agar peserta didik tersalur hobi, kesenangan dan minatnya dapat terakomodir secara sistematis. 2. Tujuan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Secara umum UKS bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perilaku hidup bersih dan sehat, dan derajat kesehatan siswa serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal. Depkes RI 1982:15 menyebutkan tujuan UKS adalah mencapai kesehatan anak didik yang sebaik-baiknya hingga dapat tumbuh secara harmonis, efisien dan optimal dalam mencapai manusia Indonesia sehat jasmani, rohani dan mental. Melalui UKS sekolah akan mendapat anak didik yang sehat jasmaniah, rohaniah dan sosial, yaitu: (1). Tumbuh dan berkembang sesuai dengan umurnya; (2) Memiliki sikap, tingkah laku dan kebiasaan sehat; (3). Tidak mempunyai kelainan dan mengidap penyakit (Soepeno B.A 1984 : 49). Depkes RI,1982 merinci tujuan khusus UKS yaitu: Memupuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat dan meningkatkan derajat kesehatan siswa, yang mencakup: (1) Memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup bersih dan sehat serta berpratisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah perguruan agama, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat; (2) Sehat fisik, mental maupun sosial; (3) Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk penyalahgunaan obat-obatan terlarang. 3. Program dan Kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) UKS merupakan bagian dari program kesehatan anak usia sekolah yang pelayanannya ditujukan pada pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut siswa SD dan setingkat melalui penjaringan kesehatan terhadap murid kelas 1 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama dengan guru UKS terlatih dan dokter kecil secara berjenjang (penjaringan awal oleh guru dan dokter kecil, penjaringan lanjutan oleh tenaga kesehatan). Program UKS adalah upaya terpadu lintas program dan lintas sektoral dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah yang berada di sekolah dan Madrasah Ibtidaiyah. Salah satu kegiatan untuk membina dan mengembangkan UKS adalah dengan mengadakan Lomba Cerdas Tangkas Dokter Kecil. Dokter Kecil adalah siswa yang dipilih guru untuk melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga, dan lingkungan sekolah. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah: (1) Pemeriksaan kesehatan secara berkala, (2) Pemeriksaan kesehatan secara umum, (3) Pengukuran berat badan dan tinggi badan para siswa secara berkala, (4) Pemeliharaan dan pengawasan kebersihan lingkungan sekolah, (5) Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular,memberantas sumber infeksi dan mencegah tercemarnya makanan oleh kuman, (6) Usaha di bidang gizi, (7) Kesehatan gigi di sekolah, (8) Pengobatan ringan dan P3K, (9) Mengirimkan atau merujuk mereka yang membutuhkan pengobatan dan perawatan lebih lanjut ke Puskesmas atau rumah sakit.(Mu’rifah 1992 : 131). 4. Organisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Struktur organisasi UKS mengikuti struktur organisasi Departemen Kesehatan RI, mulai di Tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Puskesmas, dan Sekolah. Pada tingkat pusat berada di Sub Direktorat Kesehatan Sekolah dan Olahraga, Direktorat Kesehatan Masyarakat yang terdiri dari beberapa seksi yaitu: seksi kesehatan anak sekolah dan mahasiswa, seksi kesehatan anak-anak luar biasa, seksi olahraga kesehatan, seksi pengembangan metode. Fungsi dan tanggung jawabnya adalah membuat program kerja melakukan koordinasi, melakukan bimbingan dan pengawasan pelaksanaan UKS di seluruh Indonesia, mengusahakan bantuan teknis dan materiil, bersama-sama dengan Departemen Pendidikan menyusun kurikulum tentang kesehatan pada umumnya dan Usaha Kesehatan Sekolah pada khususnya, menyelenggarakan lokakarya, seminar, rapat kerja diskusi penataran dan lain-lain. Di tingkat Provinsi, fungsi dan tanggung jawabnya adalah sebagai koordinator pelaksana UKS di tingkat provinsi yang meliputi: membuat rencana program kerja, membuat bimbingan teknis, melakukan koordinasi dan pengawasan, menerima laporan kegiatan dari tingkat Kabupaten/Kota melaporkan kegiatan ke tingkat pusat, memberi bantuan materi dan keuangan ke daerah tingkat II dan lain-lain usaha yang dianggap perlu. Di tingkat Kota/Kabupaten, penanggungjawabnya adalah UKS pada Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Fungsi dan tanggungjawabnya meliputi: membuat rencana kerja harian, melakukan koordinasi kegiatan-kegiatan kesehatan yang ditujukan kepada anak didik dan masyarakat sekolah, melakukan pengawasan pelaksanaan UKS di sekolah, melaporkan kegiatan ditingkat provinsi, menyelenggarakan kursus-kursus kesehatan, kursus UKS bagi guru, murid, dan petugas kesehatan setempat, memupuk kerjasama baik pihak-pihak yang ada hubungannya dengan pelaksanaan UKS. Di tingkat Puskesmas, UKS dilaksanakan di puskesmas yang meliputi wilayah kerjanya yang bertanggungjawab membina UKS di tingkat sekolah 5. Layanan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya pelayanan kesehatan yang terdapat di sekolah yang bertujuan membangun budaya hidup sehat di samping untuk menangani anak didik yang mengalami kecelakaan ringan (upaya pertolongan pertama pada keselakaan /P3K), melayani kesehatan dasar bagi anak didik selama sekolah (pemberian imunisasi) memantau pertumbuhan dan status gizi anak didik serta terciptanya lingkungan sekolah yang sehat. (Imron Arifin, 2007).

MANAJEMEN



               1. Pengertian Manajemen
Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.
Kata Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Manajemen : “keahlian untuk menggerakan orang untuk melakukan suatu pekerjaan” (the art of getting thing done through people) (Lawrence A. Appley, American Management Association)
Manajemen : “seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu.(oey Liang Gie, Guru besar manajemen UI)
Manajemen sebagai “proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”. (George R. Terry, Ph.D)
Selanjutnya, bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Manajemen sebagai suatu proses,
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen,
3. Manajemen sebagai suatu seni (Art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan (Science)
Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, dikemukakan tiga buah definisi.
Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.
Selanjutnya,  manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen.
Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu pnegetahuan. Mengenai inipun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Itulah manajemen, tetapi menurut Stoner bukan hanya itu saja. Masih banyak lagi sehingga tak ada satu definisi saja yang dapat diterima secara universal. Menurut James A.F.Stoner, manajemen adalahsuatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari gambar di atas menunjukkan bahwa manajemen adalah Suatu keadaan terdiri dari proses yang ditunjukkan oleh garis (line) mengarah kepada proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, yang mana keempat proses tersebut saling mempunyai fungsi masing-masing untuk mencapai suatu tujuan organisasi.

               2. Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
1.   Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
2.   Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3.   Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha.
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
Fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:
Planning
         Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
Organizing
         Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
Leading
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
·      Mengambil keputusan
·      Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan     bawahan.
·      Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
·      Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya.
·      Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.
Directing/Commanding
         Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
Motivating
         Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.
Coordinating
         Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Controlling
         Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
Reporting
         Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
Staffing
         Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
Forecasting
         Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.
Tool of Management
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktormanusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.


Tingkatan Manajemen (Manajemen Level).
Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan :
1.      Manajer lini garis-pertama (first line) adalah tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.
2.      Manajer menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer lainnya kadang-kadang juga karyawan operasional.
3.      Manajer Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi.
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

Selasa, 23 November 2010

RPP BINDO KELAS 4 2010

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
1. Identitas
Satuan Pendidikan : SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas / Semester : IV/1 (Ganjil)
Program /Prg. Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 3 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
1.Mendengarkan ( Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan simbol daerah/lambang korps)

3. Kompetensi Dasar :
1.1 . membuat gambar /denah berdasarkan Penjelasan yang didengar

4. Indikator :
• Mampu membuat denah berdasarkan petunjuk
• Menyampaikan isi petunjuk
• Mampu menceritakan tempat sesuai dengan denah

5. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan petunjuk denah
2. Siswa dapat mencatat hal-hal penting dalam denah
3. Siswa dapat membuat denah berdasarkan penjelasan yang didengar
4. Siswa dapat membuat denah dari rumah masing-masing kesekolah

6. Materi Ajar :
• Denah (Bab 5)

7. Alokasi Waktu :
Pertemuan pertama hingga ke tiga

8. Metode Pembelajaran :
1. Membaca
2. Tanya jawab
3. Ceramah
4. Demonstrasi
5. Tes lisan dan tulisan.

9. Kegiatan Pembelajaran :
Pertemuan I :
A.Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang denah rumah, sekolah dan kantor.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

B. Kegiatan inti
1. siswa diperlihatkan sebuah denah
2. siswa dan guru bertanya jawab tentang denah
3. siswa mempelajari denah yang ada dibuku panduan
4. siswa membuat denah sesuai petunjuk guru
5. setelah selesai, siswa menyocokkan dengan buku panduan
6. siswa membuat denah tempat tinggal masing-masing
7. menjelaskan denah yang sudah dibuat didepan kelas

C. Kegiatan akhir
1. siswa dan guru melakukan refleksi
2. siswa diberi tugas mencari contoh denah (lokasi rumah, ruang keluarga,dll)
3. Penilaian
4. Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

Pertemuan II
A.Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang denah rumah, sekolah dan kantor.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

B. Kegiatan inti
1. siswa mengumpulkan tugas
2. siswa dan guru bertanya jawab tentang denah
3. siswa secara individu membuat denah sekolahnya
4. memngumpulkan hasil latihan

C. Kegiatan akhir
1. Koreksi tugas siswa
2. Penilaian
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

Pertemuan III
A.Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang denah rumah, sekolah dan kantor.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

B. Kegiatan inti
1. siswa dan guru bertanya jawab mengenai denah sekolah yang telah dibuat
2. siswa membuka kembali buku panduan (denah)
3. siswa menceritakan didepan kelas mengenai denah tersebut
4. siswa mengerjakan latihan di buku “BI membuatku cerdas 4 SD/MI Hal 3”

C. Kegiatan akhir
1. Koreksi tugas siswa
2. Penilaian
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

10. Sumber belajar
1. buku “BI membuatku cerdas 4 SD/MI”
2. LKS Bahasa Indonesia
3. Catatan siswa

11. Penilaian
1. Teknik : Tes Tertulis, Tes Unjuk kerja, Tes Lisan
2. Bentuk Instrumen : Isian /lisan

Balikpapan, 10 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia



Syafruddin Tara, S.T Farida, S.Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
1. Identitas
Satuan Pendidikan : SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas / Semester : IV/1 (Ganjil)
Program /Prg. Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 4 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
1.Mendengarkan ( Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan simbol daerah/lambang korps)
3. Kompetensi Dasar :
1.2 . Menjelaskan kembali secara lisan atau tertulis penjelasan tentang simbol daerah / lambang korps

4. Indikator :
• Mampu menjelaskan kembali secara lisan tentang simbol daerah sendiri
• Mampu menjelaskan kembali secara tertulis tentang simbol daerah sendiri
• Mampu membuat kliping gambar simbol daerah

5. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat memahami simbol daerah/lambang korps
2. Siswa dapat menjelaskan gambar simbol daerah /lambang korps
3. Siswa dapat membuat kliping gambar simbol daerah sendiri

6. Materi Ajar :
Simbol daerah / lambang korps (Bab 2 hal 15-21)

7. Alokasi Waktu :
Pertemuan ke empat hingga ke tujuh

8. Metode Pembelajaran :
1. Membaca
2. Tanya jawab
3. Ceramah
4. Demonstrasi
5. Tes lisan dan tulisan.

9. Kegiatan Pembelajaran :
Pertemuan IV
A.Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang simbol daerah.
Motivasi : Berani menjelaskan simbol daerah.

B. Kegiatan inti
1. siswa mendengarkan penjelasan guru tentang simbol daerah
1. siswa membaca buku “BI membuatku cerdas 4 SD/MI Hal 11”
2. siswa menjelaskan secara lisan simbol daerahnya sendiri
3. hasil dicatat dan dilaporkan pada guru

C. Kegiatan akhir
1. siswa menjelaskan tentang simbol daerah secara inividu didepan kelas
2. Koreksi tugas siswa
3. Penilaian
4. Motivasi : Berani menjelaskan tentang simbol daerah secara inividu di depan kelas

Pertemuan V
A.Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang simbol daerah.
Motivasi : Berani menjelaskan simbol daerah.

B. Kegiatan Inti
1. siswa menjelaskan kembali secara tertulis tentang simbol daerah
2. siswa membaca buku “BI membuatku cerdas 4 SD/MI Hal 13”
3. Siswa menjelaskan kembali secara rinci simbol daerahnya sendiri
4. Hasil dikumpulkan

C. Kegiatan akhir
1. Guru mengoreksi hasil tugas siswa
2. Penilaian
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang simbol daerah secara inividu didepan kelas

Pertemuan VI
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang kliping
Motivasi : Berani menjelaskan tentang kliping

B. Kegiatan Inti
1. Siswa diberi waktu selama 1 minggu untuk membuat kliping
2. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai kliping
3. Masing-masing siswa membuat kliping

C. Kegiatan akhir
1. Siswa mengumpulkan kliping
2. Penilaian
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang kliping

Pertemuan VII

Ulangan harian
1. a. Apakah pikiran pokok itu?
b. Musibah adalah………………………
c. Apakah fungsi denah?
d. Buatlah denah dari perpustakaan ke ruang Qiro’ati
e. Sebutkan penyebab banjir (3)?
2. Jelaskan secara lisan penggunaan gunting,kalkulator,Jangka?
3. Jelaskan secara lisan penggunaan obat tetes mata?
4. Jelaskan secara lisan dan detail Lambang Negara Kita garuda
10. Sumber belajar
1. buku “BI membuatku cerdas 4 SD/MI”
2. LKS Bahasa Indonesia
3. Catatan siswa

11. Penilaian
1. Teknik : Tes Tertulis, Tes Unjuk kerja, Tes Lisan
2. Bentuk Instrumen : Isian /lisan

Balikpapan, 10 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia



Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. Identitas
Satuan Pendidikan :SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas/ Semester : IV/1 (Ganjil)
Program/Prog.Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 4 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
2.Berbicara ( Mendeskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan alat).

3. Kompetensi Dasar :
2.1. Mendeskripsikan tempat sesuai dengan denah atau gambar dengan kalimat yang runtut.
4. Indikator :
* Mampu bertanya jawab tentang petunjuk membaca denah
* Mampu memperhatikan penjelasan tentang denah suatu tempat.
* Mampu mencermati denah yang ada di buku paket.
* Mampu berdiskusi tentang tempat dalam denah.
* Mampu menjelaskan secara lisan letak suatu tempat dalam
denah.
5. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat bertanya jawab tentang petunjuk membaca denah.
2. Siswa dapat memperhatikan penjelasan tentang denah suatu tempat yang dijelaskan oleh guru.
3. Siswa dapat mencermati denah yang ada di buku.
4. Siswa dapat berdiskusi tentang tempat dalam denah dengan teman sekelompoknya.
5. Siswa dapat menjelaskan secara lisan letak suatu tempat dalam denah.
6. Materi Ajar
Denah tempat (Bab 1 )
7. Alokasi Waktu
Pertemuan ke delapan sampai ke sebelas
8. Metode Pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Membaca
3. Ceramah
4. Diskusi
5. Tes lisan
9. Kegiatan Pembelajaran :
Pertemuan VIII :
A.Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang denah rumah, sekolah dan kantor.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.
B. Kegiatan inti
1. Siswa diperlihatkan sebuah denah
2. Siswa dan guru bertanya jawab tentang denah
3. Siswa diminta membaca petunjuk denah.
4. Buku Bahasa Indonesia ditutup.
5. Siswa membuat denah sesuai petunjuk membaca denah.
6. Setelah selesai, siswa menguji kebenaran dengan cara membuka buku Bahasa Indonesia.
C. Kegiatan akhir
1. Guru mengoreksi pekerjaan siswa satu persatu.
2. Siswa diberi tugas membuat gambar denah rumah masing-masing.
3. Penilaian
4. Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

Pertemuan IX
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang denah rumah, sekolah dan kantor.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

B. Kegiatan inti
1. Siswa disuruh mengumpulkan tugas.
2. Siswa diminta mencermati denah yang ada dibuku paket BI
3. Siswa diminta menyalin denah yang ada dibuku paket ke buku tulis.
4. Setelah selesai , masing-masing siswa diminta menjelaskan di depan kelas.

C. Kegiatan akhir
1. Penilaian
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

Pertemuan X
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang denah rumah, sekolah dan kantor.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

B. Kegiatan inti
1. Guru dan siswa berdiskusi mengenai tempat dalam denah.
2. Siswa dibagi berkelompok.
3. Guru dan siswa berdiskusi mengenai tempat dalam denah.
4. Siswa dibagi berkelompok.
5. Siswa membuka buku BI tentang denah ruang keluarga.
6. Dari denah tersebut siswa diminta membuat ruang makan.

C. Kegiatan akhir
1. Siswa diminta mengumpulkan denah ruang yang mereka buat bersama kelompoknya.
2. Penilaian
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

Pertemuan XI
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang denah rumah, sekolah dan kantor.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

B. Kegiatan inti
1. Siswa diberi waktu 10 menit untuk berdiskusi dengan kelompoknya.
2. Siswa diminta menjelaskan secara lisan tentang denah yang mereka buat.
3. Masing-masing kelompok diwakili satu orang untuk menjelaskan secara lisan didepan kelas.

C. Kegiatan akhir
1. Siswa diminta mengumpulkan denah ruang yang mereka buat bersama kelompoknya.
2. Penilaian
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang denah.

10. Sumber belajar
1. Bahasa Indonesia membuatku cerdas.
2. Buku ajr “Acuan pengayaan”Bahasa Indonesia.
3. Buku catatan siswa.

11. Penilaian
1. Teknik : Tes tulis, tes lisan, tes unjuk kerja
2. Bentuk Instrumen : Pilihan ganda, gambar denah,isian.
3. Soal Instrumen :
4. Untuk menjelaskan sebuah tempat, kamu perlu membuat apa?
a. Garis b. Denah c.Lingkaran d. Tanda lalu lintas.
5. Apakah denah itu?
6. Jelaskan rute perjalanan dari rumahmu menuju sekolah!
Balikpapan, 11 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia



Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. Identitas
Satuan Pendidikan :SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas/ Semester : IV/1 (Ganjil)
Program/Prog.Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 3 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
2.Berbicara ( Mendeskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan alat).

3. Kompetensi Dasar :
2.2. Menjelaskan petunjuk penggunaan suatu alat dengan bahasa yang baik dan benar.
4. Indikator :
* Mampu bertanya jawab tentang suatu alat.
* Mampu membaca petunjuk penggunaan pompa angin.
* Mempraktikkan penggunaan pompa angin sesuai dengan
petunjuk.
* Mampu menjelaskan secara lisan petunjuk penggunaan
pompa angin dengan bahasa yang baik dan benar
5. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat bertanya jawab tentang suatu alat yang ada dalam buku paket.
2. Siswa dapat membaca petunjuk penggunaan pompa angin.
3. Siswa dapat mempraktikkan penggunaan pompa angin sesuai dengan petunjuk
4. Siswa dapat menjelaskan secara lisan petunjuk penggunaan pompa angin dengan bahasa yang baik dan benar.
6. Materi Ajar
Petunjuk penggunaan alat (Bab 2)
7. Alokasi Waktu
Pertemuan ke dua belas sampai ke empat belas
8. Metode Pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Membaca
3. Ceramah
4. Diskusi
5. Tes lisan

9. Kegiatan Pembelajaran :
Pertemuan XII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang alat.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang alat.
B. Kegiatan inti
1. Siswa bertanya jawab tentang suatu alat.
2. Siswa berkelompok.
3. Siswa membuka buku BI tentang suatu alat.
4. Guru memilihkan alat apa yang diterangkan oleh tiap-tiap kelompok.
5. Siswa menceritakan suatu alat yang sudah dipilihkan.

C. Kegiatan akhir
1. Setiap siswa wajib mencatat penjelasan temannya.
2. Penilaian
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang alat.

Pertemuan XIII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang alat.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang alat.

B. Kegiatan inti
1. Siswa diminta membaca petunjuk penggunaan alat dibuku BI
2. Siswa diminta menjelaskan secara rinci penggunaan alat dengan bahasa yang baik dan benar.
3. Masing-masing siswa menjelaskan didepan kelas.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberikan penilaian dan bintang bagi siswa yang nilainya lebih tinggi dari siswa lainnya.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang alat.

Pertemuan XIV
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang alat.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang alat.

B. Kegiatan inti
1. Guru memperlihatkan bentuk pompa angin didepan kelas.
2. Guru menjelaskan cara penggunaannya.
3. Tiap-tiap siswa diminta mencatat penjelasan guru.
4. Siswa berkelompok.
5. Tiap-tiap kelompok diberi waktu 10 menit untuk mempraktikkan cara penggunaan pompa angin dengan bahasa yang baik dan benar didepan kelas.
6. Tiap-tiap kelompok mempraktikkan didepan kelas secara bergantian.
C. Kegiatan akhir
1. Guru memberikan penilaian dan bintang bagi kelompok yang nilainya lebih tinggi dari kelompok lainnya.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang alat.

10. Sumber belajar
1. Bahasa Indonesia membuatku cerdas.
2. Buku ajr “Acuan pengayaan”Bahasa Indonesia.
3. Buku catatan siswa.
11. Penilaian
1. Teknik : Tes tulis, tes lisan, tes unjuk kerja
2. Bentuk Instrumen : Pilihan ganda, gambar denah,isian.
Balikpapan, 11 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia


Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. Identitas
Satuan Pendidikan :SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas/ Semester : IV/1 (Ganjil)
Program/Prog.Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 4 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
3. Membaca (Memahami teks agak panjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

3. Kompetensi Dasar :
3.1. Menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas.

4. Indikator :
* Mampu menjelaskan cara membaca teks yang baik.
* Mampu membaca teks dengan seksama.
* Mampu menjelaskan isi teks.
* Mampu menemukan pikiran pokok teks berdasarkan contoh.

5. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan cara membaca teks yang baik.
2. Siswa dapat membaca teks dengan seksama.
3. Siswa dapat menjelaskan isi teks dibuku tulis.
4. Siswa dapat menemukan pikiran pokok teks berdasarkan contoh yang ada dibuku paket.

6. Materi Ajar
* Pikiran pokok (bab 3,hal 24-32)

7. Alokasi Waktu
Pertemuan ke lima belas hingga ke delapan belas
8. Metode Pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Membaca
3. Ceramah
4. Tes tulis
5. Tes lisan

9. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan XV
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

B. Kegiatan inti
1. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cara membaca teks.
2. Siswa membuka buku Bahasa Indonesia membuatku cerdas halaman 24.
3. Siswa diminta membaca teks dengan seksama.
4. Masing-masing siswa diminta menjelaskan cara membaca teks yang baik dibuku tulis.
5. Hasil pekerjaan dicocokan secara bersama-sama.
C. Kegiatan akhir
1. Hasil dikumpulkan pada guru.
2. Hasil pekerjaan dinilai oleh guru.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

Pertemuan XVI
A. kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

B. Kegiatan inti
1. Siswa diminta menjawab pertanyaan isi teks halaman 25-26.
2. Siswa menjelaskan isi teks ATLET BERSEPEDA dengan benar dibuku tulis.
3. Hasil pekerjaan dikumpulkan pada guru.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberikan penilaian dan bintang bagi siswa yang nilainya lebih tinggi dari siswa lainnya.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

Pertemuan XVII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

B. Kegiatan inti
1. Guru menjelaskan arti pikiran pokok
2. Siswa diminta mendengarkan dan mencatat dibuku tulis.
3. Siswa menulis teks yang ada dipapan tulis dibuku tulis.
4. Siswa mencari pikiran pokok teks yang ada dipapan tulis.
5. Hasil dicocokan secara bersama-sama.
C. Kegiatan akhir
1. Guru memberikan penilaian dan bintang bagi siswa yang nilainya lebih tinggi dari siswa lainnya.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

Pertemuan XVIII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

B. Kegiatan inti
1. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cara mengunakan suatu alat.
2. Siswa membuka buku ajar acuan pengayaan Bahasa Indonesia halaman 15.
3. Guru memberikan contoh pengunaan alat elektronik seperti setrika dipapan tulis.
4. Siswa mencatat contoh pengunaan alat elektronik setrika.
C. Kegiatan akhir
1. Siswa diberi tugas untuk menuliskan cara penggunaan elektronik mesin cuci.
2. Hasil dikumpulkan pada guru.
3. Guru memberikan penilaian dan bintang bagi siswa yang nilainya lebih tinggi dari siswa lainnya.
4. Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

9. Sumber belajar
1. Bahasa Indonesia membuatku cerdas.
2. Buku ajar “Acuan pengayaan”Bahasa Indonesia.
3. Buku catatan siswa.

10.Penilaian
1. Teknik : Tes tulis,tes unjuk kerja
2. Bentuk :Bacaan,pilihan ganda, isian.
3. Soal/Instrumen:
1. Maaf,”Andi judul buku ini tidak ada diperpustakaan ,”kata penjaga perpustakaan.
Andi pun kecewa dan berkata,”Terima kasih,Bu”.
Pokok pikiran kutipan percakapan tersebut adalah……………..
a. Andi kecewa b. Judulbuku c. Pemjaga perpustakaan d. Berterimah kasih
2. Apakah yang dimaksud dengan membaca memindai?


Balikpapan, 14 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia



Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. Identitas
Satuan Pendidikan :SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas/ Semester : IV/1 (Ganjil)
Program/Prog.Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 10 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
3. Membaca (Memahami teks agak panjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

3. Kompetensi Dasar :
3.2. Melakukan sesuatu berdasarkan petunjuk pemakaian yang dibaca.
4. Indikator :
* Mampu menjelaskan cara menggunakan suatu alat.
* Mampu membaca petunjuk penggunaan dengan seksama.
* Mampu mencatat hal-hal penting dari petunjuk yang dibaca.
* Mampu menjawab pertanyaan isi petunjuk.

5. Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan cara menggunakan suatu alat elektronik.
2. Siswa dapat membaca petunjuk penggunaan dengan seksama.
3. Siswa dapat mencatat hal-hal penting dari petunjuk yang dibaca ke dalam buku tulis.
4. Siswa dapat menjawab pertanyaan isi petunjuk.

6. Materi Ajar
* Petunjuk pemakaian (bab 4, hal 33-40)

7. Alokasi Waktu
Pertemuan ke sembilan belas hingga ke dua puluh delapan
8. Metode Pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Membaca
3. Ceramah
4. Tes tulis
5. Tes lisan

9. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan XIX
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

B. Kegiatan inti
1. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cara mengunakan suatu alat.
2. Siswa membuka buku ajar acuan pengayaan Bahasa Indonesia halaman 15.
3. Guru memberikan contoh pengunaan alat elektronik seperti setrika dipapan tulis.
4. Siswa mencatat contoh pengunaan alat elektronik setrika.

C. Kegiatan akhir
1. Siswa diberi tugas untuk menuliskan cara penggunaan elektronik mesin cuci.
2. Hasil dikumpulkan pada guru.
3. Guru memberikan penilaian dan bintang bagi siswa yang nilainya lebih tinggi dari siswa lainnya.
4. Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik membaca, petunjuk pemakaian, makna dan kata dalam kamus ensiklopedia.

Pertemuan XX
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang petunjuk pengunaan jasa pos.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk pengunaan jasa pos.

B. Kegiatan inti
1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang petunjuk pengunaan jasa pos.
2. siswa membuka buku Bahasa Indonesia membuatku cerdas halaman 35.
3. Siswa membaca sekilas urutan petunjuk jasa pos.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberi tugas mencatat.
2. Guru memberikan penilaian dan bintang bagi siswa yang nilainya lebih tinggi dari siswa lainnya.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk pengunaan jasa pos.

Pertemuan XXI
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang petunjuk membuat cap.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk membuat cap.

B. Kegiatan inti
1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang petunjuk membuat cap.
2. Siswa berkelompok.
3. Siswa diminta membaca petunjuk pengunaan cap.
4. Siswa diminta mencocokan dan mengurutkan dengan gambar.
5. Siswa diminta memperaktikan cara membuat cap dengan teman sekelompoknya.

C. Kegiatan akhir
1. Guru menilai hasil praktik cara membuat cap.
2. Guru mengumumkan hasil nilai.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk pengunaan jasa pos.

Pertemuan XXII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang cara pengunaan tanda baca koma (,), titik (.), dan penggunaan huruf kapital
Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara pengunaan tanda baca koma (,), titik (.), dan penggunaan huruf kapital

B. Kegiatan inti
1. Guru menjelaskan cara pengunaan tanda baca koma (,), titik (.), dan penggunaan huruf kapital
2. Siswa diminta mencatat dibuku tulis.
3. Siswa diberi tugas.
4. Guru menjelaskan kembali cara penggunaan elektronik.
5. Guru memberi tugas mengurutkan penggunaan alat elektonik yang ada dipapan tulis.
C. Kegiatan akhir
1. Guru memberikan penilaian dan bintang bagi siswa yang nilainya lebih tinggi dari siswa lainnya.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara pengunaan tanda baca koma (,), titik (.), dan penggunaan huruf kapital.

Pertemuan XXIII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang kamus/ensiklopedia.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang kamus/ensiklopedia.

B. Kegiatan inti
1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang kamus/ensiklopedia.
2. Siswa mendengarkan dan mencatat kembali penjelasan guru yang ada dipapan tulis.
3. Siswa menjelaskan kembali cara penggunaan elektronik.
4. Siswa mengerjakan Buku ajar acuan pengayaan hal 28-32.

C. Kegiatan akhir
1. Setelah selesai buku dikumpulkan.
2. Buku ditukar secara acak dan dicocokkan secara bersama-sama
3. Guru memberi nilai.
4. Motivasi : Berani menjelaskan tentang kamus/ensiklopedia.

Pertemuan XXIV
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang petunjuk penggunaan kamus dengan benar yang ada dibuku ajar acuan pengayaan hal 24 dan 25
Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk penggunaan kamus dengan benar yang ada dibuku ajar acuan pengayaan hal 24 dan 25

B. Kegiatan inti
1. Siswa diminta mengerjakan buku ajar acuan pengayaan hal 32-37.
2. Setelah selesai buku dikumpulkan.
3. Buku ditukar secara acak.

C. Kegiatan akhir
1. Jawaban dicocokkan secara bersama-sama.
2. Guru memberi nilai.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk penggunaan kamus dengan benar yang ada dibuku ajar acuan pengayaan hal 24 dan 25

Pertemuan XXV
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang petunjuk penggunaan kamus dengan benar yang ada dibuku ajar acuan pengayaan hal 24 dan 25
Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk penggunaan kamus dengan benar yang ada dibuku ajar acuan pengayaan hal 24 dan 25

B. Kegiatan inti
1. Guru menjelaskan petunjuk penggunaan kamus.
2. Siswa diminta mendengarkan dengan seksama.
3. Siswa diminta membawa kamus.
4. Siswa diminta membaca dan memahami petunjuk penggunaan kamus yang ada di Buku ajar acuan pengayaan hal 28 dan 33
5. Siswa diminta menulis kata sulit yang ada dipapan tulis.

C. Kegiata akhir
1. Kata sulit disalin dibuku tulis masing-masing.
2. Guru mengoreksi dan memberi nilai.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk penggunaan kamus dengan benar yang ada dibuku ajar acuan pengayaan hal 24 dan 25.

Pertemuan XXVI
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang petunjuk menggunakan kamus
Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk menggunakan kamus

B. Kegiatan inti
1. Guru menjelaskan cara menggunakan kamus.
2. Siswa mendengarkan dan mencatat dibuku tulis.
3. Siswa bekelompok.
4. Guru memberi tugas.
5. Siswa berdiskusi dengan kelompoknya untuk menemukan kata sulit dibuku paket BI halaman 44 dengan menggunakan kamus.
6. Waktu yang diberikan sepuluh menit untuk berdiskusi dengan kelompoknya.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberi penjelasan dan penilaian.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk penggunaan kamus

Pertemuan XXVII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang petunjuk menggunakan kamus
Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk menggunakan kamus


B. Kegiatan inti
1. Setelah selesai masing-masing kelompok bertukar jawaban untuk dicocokkan.
2. Masing-masing kelompok mencocokkan jawaban yang ada dipapan tulis.
3. Tugas dikumpulkan.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberi penjelasan dan penilaian.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang petunjuk penggunaan kamus

Pertemuan XXVIII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang cara mengurutkan gambar.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara mengurutkan gambar.

B. Kegiatan inti
1. Guru menjelaskan cara mengurutkan gambar.
2. Masing-masing siswa diminta mengurutkan seperti dibuku BI halaman 36.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberi penjelasan dan penilaian tentang cara mengurutkan gambar.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara mengurutkan gambar.


10. Sumber belajar
1. Bahasa Indonesia membuatku cerdas.
2. Buku ajar “Acuan pengayaan”Bahasa Indonesia.
3. Buku catatan siswa.

11.Penilaian
1. Teknik : Tes tulis,tes unjuk kerja
2. Bentuk :Bacaan,pilihan ganda, isian.
3. Instrumen / soal :
1. Oleskan pada bagian kulit yang luka 3x1 hari.
Hal-hal berikut yang berkaitan dengan petunjuk pemakaian obat diatas adalah
a. Mengobati rasa nyeri. c. 3x1 hari.
b. Untuk kulit yang halus. d. Diminum.


Balikpapan, 14 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis
Guru Bahasa Indonesia


Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. Identitas
Satuan Pendidikan : SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas / Semester : IV/1 (Ganjil)
Program /Prg. Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 2 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
4. Menulis (Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi kedalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita, dan surat).

3. Kompetensi Dasar :
4.1. Melengkapi percakapan yang belum selesai dengan memperhatikan penggunaan ejaan (Tanda titik dua (:), Tanda petik(‘).)

4. Indikator :
• Mampu membaca percakapan dengan seksama.
• Mampu melengkapi percakapan yang belum selesai sehingga menjadi percakapan yang padu.
• Mampu menulis percakapan utuh dengan memperhatikan ejaan dalam teks.
• Mampu berdiskusi untuk menemukan arti kata sulit dengan menggunakan kamus.
• Mampu menemukan arti katasulit dengan menggunakan kamus.
• Mampu menunjukkan salah satu gambar.

5. Tujuan pembelajaran :
1. Siswa dapat membaca percakapan dengan seksama.
2. Siswa dapat melengkapi percakapan yang belum selesai sehingga menjadi percakapan yang padu.
3. Siswa dapat menulis percakapan utuh dengan memperhatikan ejaan dalam teks.
4. Siswa dapat berdiskusi untuk menemukan arti kata sulit dengan menggunakan kamus.
5. Siswa dapat menemukan arti katasulit dengan menggunakan kamus.
6. Siswa dapat menunjukkan salah satu gambar.

6. Materi pembelajaran
Percakapan (Halaman 28-32)

7. Alokasi waktu :
Pertemuan ke dua puluh sembilan hingga ke tiga puluh.

8. Metode pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Membaca
3. Ceramah
4. Diskusi
5. Tes tulis

9. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan XXIX
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang teknik melengkapi percakapan yang belum selesai
Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik melengkapi percakapan yang belum selesai

B. Kegiatan inti
1. Siswa diminta membaca percakapan yang ada dibuku BI halaman 28 – 29.
2. Setelah selesai siswa diminta menutup bukunya.
3. Guru menuliskan percakapan yang belum selesai, yang ada dibuku BI halaman 30 dipapan tulis.
4. Siswa diminta melengkapi percakapan yang ada dipapan tulis dibuku tulis.

C. Kegiatan akhir
1. Siswa diminta mengumpulkan tugas.
2. Guru memberi nilai.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik melengkapi percakapan yang belum selesai

Pertemuan XXX
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang teknik melakukan percakapan
Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik melakukan percakapan

B. Kegiatan inti
1. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai percakapan.
2. Siswa bekelompok (Masing-masing 3 siswa).
3. Siswa diberi waktu 10 menit untuk berdiskusi dengan kelompoknya, Untuk mempersiapkan percakapan tentang sekolahnya.
4. Setiap kelompok melakukan percakapan didepan kelas secara bergantian sesuai ejaan.
5. Kelompok yang belum maju memberi penilaian kepada kelompok yang sedang maju.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberi penjelasan dan penilaian tentang percakapan yang baik .
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik melakukan percakapan

10. Sumber belajar
1. Bahasa Indonesia membuatku cerdas 4.
2. Buku ajar acuan pengayaan Bahasa Indonesia.
3. Buku catatan siswa.

11. Penilaian
1. Teknik : Tes tulis,tes unjuk kerja.
2. Bentuk : Bacaan,pilihan ganda,isian.

3. Instrumen/soal:
2. Angga :”Kapan kamu ke rumahku?”
Andi :”……………………………………………”
Angga :”Kapan kita belajar kelompok?”
Andi :”…………………………………………..”
Angga :”Apa kamu sudah siapbahan-bahannya?”
Andi :”…………………………………………………………..”
Angga :”…………………………………………………………..”
Andik :”Ok”Kalau begitu hariminggu inikita berkumpul dirumahmu pukul 8.00 pagi”.
Angga :”Tolong kasih tahu teman-teman yang lain “.


Balikpapan, 15 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia


Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. Identitas
Satuan Pendidikan : SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas / Semester : IV/1 (Ganjil)
Program /Prg. Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 3 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
4. Menulis (Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi kedalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita, dan surat).

3. Kompetensi Dasar :
4.2. Menulis cara melakukan sesuatu atau penjelasan tentang cara membuat sesuatu.

4. Indikator :
• Mampu menjelaskan cara membuat cap atau stempel.
• Mampu memperhatikan dan mencatat hal-hal yang penting dari penjelasan guru.
• Mampu membuat surat pribadi seperti yang ditunjukkan oleh guru.
• Mampu menulis cara membuat cap atau stempel.

5. Tujuan pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan cara membuat cap atau stempel.
2. Siswa dapat memperhatikan dan mencatat hal-hal yang penting dari penjelasan guru.
3. Siswa dapat membuat surat pribadi seperti yang ditunjukkan oleh guru.
4. Siswa dapat menulis cara membuat cap atau stempel.

6. Materi pembelajaran
Petunjuk melakukan sesuatu (Halaman 6-8).

7. Alokasi waktu :
Pertemuan ke tiga puluh satu sampai ke tiga puluh tiga.

8. Metode pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Membaca
3. Ceramah
4. Diskusi
5. Tes tulis

9. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan XXXI
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang cara membuat cap / stempel.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara membuat cap / stempel.

B. Kegiatan inti
1. Guru membagikan kertas kosong kepada masing-masing siswa.
2. Guru memberi tugas.
3. Masing-masing siswa diminta menjelaskan cara membuat cap / stempel.
4. Waktu yang diberikan 3 menit.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberikan reward berupa 2 bintang.
2. Jawaban dibahas bersama-sama.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara membuat cap / stempel.

Pertemuan XXXII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang cara membuat cap / stempel.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara membuat cap / stempel.

B. Kegiatan inti
1. Guru menjelaskan kembali cara membuat cap yang benar.
2. Siswa mendengarkan dan mencatat penjelasan yang penting.
3. Guru memberi tugas.
4. Siswa berkelompok.
5. Masing-masing kelompok diminta membuat cap seperti yang ditunjukkan oleh guru.

C. Kegiatan akhir
1. Masing-masing kelompok diminta menjelaskan didepan kelas.
2. Guru memberikan reward berupa 2 bintang bagi kelompok yang benar.
3. Jawaban dibahas bersama-sama.
4. Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara membuat cap / stempel.

Pertemuan XXXIII
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang cara membuat cap / stempel.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara membuat cap / stempel.

B. Kegiatan inti
1. Setelah selesai siswa diminta menuliskan cara membuat cap/stempel dibuku tulis.
2. Buku tulis dikumpulkan.

C. Kegiatan akhir
1. Guru memberi nilai.
2. Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara membuat cap / stempel.

10. Sumber belajar
1. Bahasa Indonesia membuatku cerdas 4.
2. Buku ajar acuan pengayaan Bahasa Indonesia.
3. Buku catatan siswa.

11. Penilaian
1. Teknik : Tes tulis,tes unjuk kerja.
2. Bentuk : Bacaan,pilihan ganda,isian.

Balikpapan, 15 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia


Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. Identitas
Satuan Pendidikan : SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas / Semester : IV/1 (Ganjil)
Program /Prg. Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 1 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
4. Menulis (Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi kedalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita, dan surat).

3. Kompetensi Dasar :
4.3. Melengkapi bagian cerita yang hilang dengan menggunakan kata atau kalimat yang tepat sehingga menjadi cerita yang padu.

4. Indikator :
1. Membaca cerita rumpang dan melengkapi bagian yang hilang.
2. Mampu menulis cerita yang utuh / padu dengan memperhatikan EYD.
3. Mengerjakan soal evaluasi semester 1.

5. Tujuan pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan cara membuat cerita.
2. Siswa dapat membaca cerita rumpang dan melengkapi bagian yang hilang.
3. Siswa dapat menulis cerita yang utuh / padu dengan memperhatikan EYD.

6. Materi pembelajaran
Cerita (Halaman 44-46).

7. Alokasi waktu :
Pertemuan ke tiga puluh empat.

8. Metode pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Membaca
3. Ceramah
4. Diskusi
5. Tes tulis

9. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan XXXIV
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang teknik melengkapi percakapan yang belum selesai
Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik melengkapi percakapan yang belum selesai

B. Kegiatan inti
1. Siswa diminta membaca percakapan yang ada dibuku BI halaman 28 – 29.
2. Setelah selesai siswa diminta menutup bukunya.
3. Guru menuliskan percakapan yang belum selesai, yang ada dibuku BI halaman 30 dipapan tulis.
4. Siswa diminta melengkapi percakapan yang ada dipapan tulis dibuku tulis.

C. Kegiatan akhir
1. Siswa diminta mengumpulkan tugas.
2. Guru memberi nilai.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang teknik melengkapi percakapan yang belum selesai

10. Sumber belajar
1. Bahasa Indonesia membuatku cerdas 4.
2. Buku ajar acuan pengayaan Bahasa Indonesia.
3. Buku catatan siswa.

11. Penilaian
1. Teknik : Tes tulis,tes unjuk kerja.
2. Bentuk : Bacaan,pilihan ganda,isian.

Balikpapan, 15 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia



Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

1. Identitas
Satuan Pendidikan : SDIT Al Auliya 1 Balikpapan Tengah
Kelas / Semester : IV/1 (Ganjil)
Program /Prg. Keahlian : -
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Jumlah Pertemuan : 2 x Pertemuan @ 60 menit

2. Standar Kompetensi :
4. Menulis (Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi kedalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita, dan surat).

3. Kompetensi Dasar :
4.4. Menulis surat untuk teman sebaya tentang pengalaman atau cita-cita dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan (Huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll).

4. Indikator :
1. Mampu menjelaskan tentang cara menulis surat.
2. Membaca contoh pengalaman yang ditulis dalam surat pribadi.
3. Mampu memahami contoh surat pribadi.

5. Tujuan pembelajaran :
1. Siswa dapat menjelaskan tentang cara menulis surat.
2. Siswa dapat membaca contoh pengalaman yang ditulis dalam surat pribadi.
3. Siswa dapat memahami contoh surat pribadi.

6. Materi pembelajaran
Menulis surat (Halaman 37-40).

7. Alokasi waktu :
Pertemuan ke tiga puluh lima sampai tiga puluh enam.

8. Metode pembelajaran
1. Tanya jawab
2. Membaca
3. Ceramah
4. Diskusi
5. Tes tulis

9. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan XXXV
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang cara menulis surat.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara menulis surat.

B. Kegiatan inti
1. Guru menjelaskan bagaimana menulis surat.
2. Siswa mendengarkan dan mencatat hal-hal yang penting.
3. Guru member tugas.
4. Masing-masing siswa diminta menjelaskan kembali bagaimana menulis surat.
5. Penjelasan ditulis dibuku tulis/buku tugas.

C. Kegiatan akhir
1. Tugas dikumpulkan.
2. Guru mengoreksi dan memberikan penilaian.
3. Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara menulis surat.

Pertemuan XXXVI
A. Kegiatan awal
Doa
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
Apersepsi : Cerita tentang cara menulis surat.
Motivasi : Berani menjelaskan tentang cara menulis surat.

B. Kegiatan inti
1. Guru memberikan penjelasan bagaimana pengalaman surat pribadi itu.
2. Siswa mendengarkan dan mencatat penjelasan guru.
3. Siswa diminta membaca contoh pengalaman yang ditulis dalam surat pribadi dibuku BI hal 50-52.
4. Siswa diminta memahami contoh pengalaman surat pribadi dibuku BI hal 50-52.
5. Guru member tugas.
6. Masing-masing siswa diminta membuat surat pribadi dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar dan memperhatikan ejaan.
7. Waktu yang diberikan 30 menit

C. Kegiatan akhir
1. Tugas dikumpulkan.
2. Guru mengoreksi.
3. Guru memberi nilai.
4. Guru memberi reward berupa 3 bintangbagi siswa yang bias membuat surat pribadi.

10. Sumber belajar
4. Bahasa Indonesia membuatku cerdas 4.
5. Buku ajar acuan pengayaan Bahasa Indonesia.
6. Buku catatan siswa.

11. Penilaian
1. Teknik : Tes tulis,tes unjuk kerja.
2. Bentuk : Bacaan,pilihan ganda,isian.
3. Instrumen/soal
Balikpapan,8 September 2009
Sahabatku Anita di Jakarta

Assalamu’alaikum,
Gimana kabarmu Anita? Baik-baik khan. Saya mau berkunjung ke Jakarta hari minggu, tanggal 15 September 2009. Aku mau kerumah nenek, Boleh tidak aku mampir ke rumah kamu karena aku juga kangen sama kamu. Aku berangkat pukul 10.00 pagi. Sampai jumpa hari minggu ya!.
Sampai disini dulu. Jangan lupa tunggu aku.
Wassalamu’alaikum

Adelia

Jawablah pertanyaan dibawah ini:
1. Tanggal berapakah surat itu ditulis?
2. Dimanakah surat itu ditulis?
3. Siapakah yang menulis surat itu?
4. Kepada siapakah surat itu ditujukan?
5. Apa isi surat itu?

4. Oleskan pada bagian kulit yang luka 3x1 hari.
Hal-hal berikut yang berkaitan dengan petunjuk pemakaian obat diatas adalah
c. Mengobati rasa nyeri. c. 3x1 hari.
d. Untuk kulit yang halus. d. Diminum.

Balikpapan, 15 Juni 2010
Mengetahui,
Kepala SDIT AL-AULIYA I Karang Bugis Guru Bahasa Indonesia



Syafruddin Tara, S.T Farida, S. Ag